Pernah ngga kamu membayangkan sekolah itu menyenangkan, tidak menyeragamkan dan membantu anak - anak di dalamnya belajar sesuai minat - minatnya?

Terdengar seperti sekolah yang ada di ending film 3 Idiots ya? Sepertinya ideal sekali jika sekolah seperti itu benar - benar ada.

Tenang saja, sekarang kamu ngga cuma bisa membayangkan saja kok, tapi kamu bisa temukan sekolah seperti itu dari buku ini. Kali ini aku akan mengulas sebuah buku yang menurutku cukup untuk membuat kita berpikir kembali tentang dunia pendidikan yang lebih luas, mendalam dan tidak kaku.

Cover Buku Sekolah Apa Ini?
Judul : Sekolah Apa Ini?
Author : Gernatatiti, Karuningtyas Rejeki, Sri Wahyaningsih
Genre : Pendidikan

Bagaimana aku mendapatkan buku Sekolah Apa Ini?

Jadi pas pertama pegang buku ini, aku langsung penasaran banget sama isinya, jadi ga banyak mikir aku langsung beli saja. Well aku beli langsung di sekolah yang diceritakan pada buku ini dan bertemu dengan bu Wahyaningsih serta berbincang secara langsung dengan beliau.

Perbincangan kami sangat menarik, membahas dari keresahanku dan beberapa temanku sebagai anak muda terhadap dunia pendidikan, keresahan kami terhadap kondisi masyarakat, lingkungan anak sampai orang tua yang tidak terlalu merasa andil dalam perkembangan anak.

Tapi, meskipun kami membahas banyak hal seharian, buku ini mungkin mewakilkan 10 ribu persen dari apa yang kami bincangkan. Di tengah perbincangan kami, beliau mengijinkanku untuk mengikuti proses belajar anak - anak Sanggar Anak Alam di sesi presentasi pra riset awal semester. Iya riset, sekolah ini menggunakan metode riset dalam sistem belajarnya.

Sekilas Tentang Buku Sekolah Apa Ini

Buku Sekolah Apa Ini membahas tentang sebuah sekolah dan sistem belajarnya. Sekolah tersebut ada di Yogyakarta yaitu Sanggar Anak Alam (SALAM) Yogyakarta. Ohiya untuk catatan, Sanggar Anak Alam ini bukan sekolah alam ya, beda.

Di SALAM Yogyakarta para siswa tidak berseragam, tidak ada guru bahkan tidak ada mata pelajaran, lalu orang tuanya juga ikut belajar. 

Yang paling menarik, metode belajar yang dipakai adalah metode riset.

Kelebihan Buku Sekolah Apa Ini

Dengan konsep yang tidak umum seperti itu, cara penyampaian pesan di buku ini masih sangat ringan dan mudah dimengerti untuk remaja maupun orang tua. Aku sampai heran gimana kok bisa bikin buku seringan ini tapi penuh makna. Selain itu banyak cletukan - cletukan yang membuatku berkata "oh iya ya, bener juga" berkali - kali, atau "aha, ini menarik, bisa nih bisa".

Dan aku suka banget gimana buku ini membawakan cerita kejadian yang ada di sekolah tersebut dan semuanya benar - benar unik. Gaya obrolan yang khas, suasana sekolah pun bisa dibayangkan dengan jelas. Apalagi aku udah pernah ke sana, jadi makin mudah untuk mengimajinasikan suasananya. Kalau ada waktu cobalah main ke SALAM dan temukan keindahan dunia pendidikan di sana.

Kekurangan buku Sekolah Apa Ini :

Hanya saja, mungkin tidak semua orang bisa menerima isi buku ini, apalagi yang menganggap "nilai di sekolah" adalah segalanya, atau sekolah favorit dan mahal adalah yang pasti terbaik. Tapi tak ada salahnya kalau kamu yang berpikiran seperti itu membacanya untuk menambah sudut pandang baru.

Buku ini pun cenderung sangat kritis sehingga untuk pembaca umum mungkin akan bingung dan kaget melihat isinya. 

Nah begitulah yang aku rasakan selama membaca buku ini dan sedikit penilaianku terhadap apa yang ada di dalam buku Sekolah Apa Ini?. Dari buku ini aku belajar untuk lebih jauh lagi masu ke dalam dunia pendidikan secara utuh, bukan hanya di sekolah.


Dan berikut aku sudah pilihkan 10 kutipan dari buku Sekolah Apa Ini? :

1. "Sekolah kebanyakan sekarang menjadi tempat mencari nilai, bergeser dari fungis sekolah yang sebenarnya"

2. "Sekolah yang "aneh", begitulah kesan banyak orang yang baru datang atau baru mengenal SALAM"

3. "Menjadi jelas bahwa "merdeka" yang dianut SALAM bukan berarti bebas semaunya"

4. "SALAM memandang, pengotak-kotakan mata pelajaran membatasi insting anak dalam mengeksplorasi dan memperoleh pengetahuan"

5. "Riset di tingkar KB dan TA yang dilakukan di SALAM tidak ubahnya suatu perjalanan petualangan"

6. "Ruang belajar anak amatlah luas, tidak terbatas"

7. "....., Wahya selalu berpegang teguh pada keyakinan bahwa orang tua merupakan sosok yang paling berperan untuk pendidikan anak - anaknya"

8. "Banyak orang tua yang tidak tahu, atau tidak mau tahu, tentang apa saja yang dipelajari anak - anak mereka di sekolah"

9. "Tanpa disadari, SALAM menjaelma negeri kecil yang memberi getaran positif bagi seluruh pembelajarnya"

10. "Karena dalam keluarga paling harmonis sekalipun selalu ada ketidak harmonisan"

Untuk kamu yang tertarik membeli buku ini, belilah buku yang original untuk menghargai manfaat yang telah diberikan oleh penulis. Selamat terjun ke lautan pendidikan.