"Ini sih buku tutorial anti overthinking", pikirku saat membaca isi buku keren ini.
Buku Filosofi Teras ini penting banget dimiliki dan dibaca oleh kaum - kaum overthinking. Why? Karena buku ini tidak hanya memberikan teori tapi juga melatih pembaca untuk berpikir jernih.
Sebenarnya setiap manusia bisa melakukannya, hanya saja banyak dari kita yang egois maupun tidak sadar bahwa kita bisa. Selalu ada banyak premis untuk menghakimi apa yang datang dari luar diri kita sehingga itu menghambat otak kita untuk berpikir jernih.
Dan buku ini mengajak kita untuk belajar mengenal apa yang perlu dipikirkan maupun diperjuangkan dan apa yang tak perlu di pikirkan maupun harus repot - repot setengah mati kita kejar.
Mau tau kelanjutan reviewnya, berikut review lengkap buku Filosofi Teras :
![]() |
| Cover Buku Filosofi Teras |
Sekilas Tentang Buku Filosofi Teras
Buku Filosofi Teras ini di awali dengan pemaparan penulis tentang apa itu filosofi teras. Mungkin terdengar membosankan, tapi sebenarnya tidak juga. Justru pengetahuan seputar apa itu filosofi teras sangat penting untuk kelanjutan membaca buku karya Henry Manampiring ini.
Dari kenapa disebut filosofi teras sampai perkembangannya sekarang semua diulas pada bab awal.
Lalu penulis membahas sejauh mana filosofi teras ini bermanfaat untuk kita. Dari masalah kerja, masalah dengan waktu, masalah dengan kemacetan yang sebenarnya semua itu berkaitan dengan filosofi teras dan diulas di buku ini.
Yang paling penting menurutku, buku Filosofi Teras membahas mana yang perlu kita pikirkan dan mana yang kita sebenarnya tidak bisa kontrol sehingga tidak perlu terlalu kita pikirkan
Yang unik dari buku Filosofi Teras
Sebenarnya filosofi teras ini juga banyak selaras dengan apa yang diajarkan oleh banyak agama yang ada di sekitar kita di Indonesia. Jadi kamu ngga perlu takut belajar filsafat bikin sesat.
Yang ada justru filosofi teras ini bikin makin srek dan mantap dengan apa yang aku pelajar di agama yang kupeluk.
Misalnya saja tentang ikhlas, tidak tergiur dengan harta yang berlebihan, tidak berpikir berlebihan, bukankah semua itu selaras dengan ajaran agama - agama yang ada di Indonesia?
Maka buku ini sebenarnya sangat relevan dengan kehidupan sehari - hari kita.
Kekurangan Buku Filosofi Teras
Di sisi lain, buku ini agak terlalu teknis, mungkin bagi yang takut membaca buku filsafat akan berhati - hati sekali saat membacanya.
Kutipan Buku Filosofi Teras
"we suffer more in imagination than reality" itu adalah kalimat dari Seneca.
Kalau boleh menerjemahkannya sendiri akan menjadi
"kita lebih menderita dalam imajinasi daripada kenyataan"
Kesimpulan
Jadi pada dasarnya kita sibuk memikirkan hal - hal yang bahkan tidak terjadi sehingga membuat kita overthinking. Dan semua itu berawal dari persepsi/pendapat kita atas peristiwa yang ada.
Nah itu adalah review buku Filosofi Teras di bukuapaya.com ini, tentu masih banyak yang bias aku jelaskan tentang buku ini dari berbagai sudut pandang, tapi ngga aku bahas biar kamu beli bukunya aja langsung. Silahkan beli buku originalnya di toko buku terdekat, ingat, beli yang original ya. Kita bantu penerbit dan penulis ngepul dapurnya.
Sekian, Salam. Mari berpikir lebih jernih.

0 Comments