Jika kamu tiba - tiba ingin memaki orang atau ingin tertawa sendiri, bisa jadi sudah terlalu lama kamu memendam emosi dalam dirimu.
Menurut pengalaman pribadiku, memendam emosi terlalu lama dan berlebihan bisa memicu banyak hal negatif seperti kecemasan berlebihan dan depresi yang bisa meledak sewaktu - waktu. Itulah kenapa emosi yang berlebihan perlu diluapkan.
Sedangkan meluapkan emosi secara asal - asalan bisa jadi berbahaya, apalagi kalau meluapkannya ke orang yang salah, yang ada malah disemprot balik atau dianggap freak karena kegirangan sendiri. hemmmm... Itulah kenapa di sini aku mencoba memberikan pilihan yang aman dan menyenangkan untuk meluapkan emosi, yaitu dengan bermain.
Catatan : Perlu diketahui bahwa apa yang dimaksud emosi bukan hanya marah lho ya, tapi senang, sedih, kecewa juga termasuk emosi.
Dan berikut ini aku akan bahas cara meluapkan emosi dengan bermain :
Menurut buku Menjadi Manusia Menjadi Hamba, permainan adalah media untuk melepaskan emosi dalam diri serta bisa mengatasi traumatik. Kalau kamu terlalu banyak memendam emosi, itu akan menjadi energi negatif dan merusak hidupmu.
Maka, jika ingin melampiaskan emosimu, carilah permainan.
Misalnya kamu sering sekali ingin mendebat dan memaki orang, cobalah ikut lomba debat. Kalah juga tidak apa - apa, kan yang penting sudah terlampiaskan. Di sisi lain, menurutku selain emosimu tersalurkan, kamu justru punya peluang berprestasi di bidang tersebut.
Atau saat kamu sedang kegirangan karena suatu hal, dari pada orang lain melihatmu aneh karena tertawa sendiri, lampiaskanlah emosimu itu dengan bermain. Setidaknya kamu akan dianggap sedang tertawa karena permainan yang kamu mainkan, bukan karena hal lain.
Lalu permainan seperti apa yang bisa menjadi tempat meluapkan emosi?
Dari pengalamanku, ada 3 jenis permainan yang menjadi tempatku meluapkan emosi :
1. Permainan dan olahraga tradisional : Misalnya sonda, kelereng / gundhu, patil lele, dakon.
2. Olahraga permainan : Misalnya sepak bola, bola voli, basket, bulu tangkis.
3. Kegiatan yang membuat otak kita bermain : Misalnya lomba debat, catur, mewarnai.
Jika kamu tidak bisa menemukan 3 jenis permainan di atas, beberapa olahraga beladiri juga menyediakan permainan di dalamnya, jadi kalau kamu ingin meluapkan emosimu ke beladiri, cobalah cari beladiri yang memiliki konsep permainan.
Tips : sebelum memilih permainan, rasakan seperti apa emosimu dulu, lalu pilih permainan seperti apa yang cocok untuk melampiaskan emosimu tersebut.
Menurut buku Menjadi Manusia Menjadi Hamba, dalam bermain ada 4 hal penting yang perlu diperhatikan :
1. Serius dalam ketidak seriusan
Bermain sering dianggap aktifitas yang tidak serius dan iseng, padahal dalam permainan kita justru sering bermain dengan keseriusan. Misalnya sepak bola, kalau dibilang bermain, sepak bola itu ya bermain, ya main - main, tapi coba perhatikan bagaimana seriusnya ketika para pemain memperebutkan satu bola!
Kalau itu tidak serius, belikan saja bola untuk masing - masing pemain, selesai. Tapi karena aturannya yang diperebutkan adalah satu bola, seluruh pemain patuh pada aturan tersebut dan serius dalam bermain sepak bola.
Seperti kata sebuah lagu, dunia ini panggung sandiwara. Sandiwara itu bermain peran, tapi kita serius menjalani peran kita bukan.
2. Nikmati permainannya
Permainan itu bisa dinikmati, jadi prosesmu meluapkan emosi pun bisa dinikmati. Apa maksudnya permainan bisa dinikmati?
Misalnya permainan sepak bola itu seru karena ada drama selama pertandingan berjalan. Justru jika kamu tidak melihat proses permainannya dan tiba - tiba tau hasilnya 3-0, mungkin akan jadi terasa biasa saja. Jadi permainan itu seru karena menikmati drama selama berjalannya permainan tersebut.
Coba perhatikan komentator sepak bola itu kalau mengomentari permainan yang sedang berlangsung kan "jebrat - jebret" keluar dari kata - katanya, seperti antusias sekali. Apalagi kalau komentatornya ikut bermain ya, mungkin dia malah keasikan bermain dan lupa mengomentari.
3. Bermain itu efeknya pasti menyenangkan
Kalau kita sudah sadar bahwa hidup ini hanya panggung sandiwara, kenapa kita harus stres? Main itu yang dicari efek menyenangkannya.
Jadi ketika kamu meluapkan emosimu dalam permainan, jangan malah terbawa stres, wong bermain kok. Seriuslah meluapkan, tapi jangan stres. Lakukan dengan cara yang menyenangkan. Main ya main saja, nikmati permainannya.
Bermain sepak bola, nikmati. Bermain catur, nikmati. Bermain meneriaki lawan debat, nikmati. Nikmati saja kesenangannya.
4. Bermain itu ya sukarela
Kamu memilih bermain apa itu harus dengan dasar sukarela. Jika kamu tidak ingin bermain permainan A, ya jangan memainkannya, bisa - bisa malah aturannya kamu tabrak ke sana sini.
Misalnya kamu ingin meluapkan emosimu ke karate, tapi oleh orang lain kamu dipaksa ikut ballet. Bisa - bisa kamu ballet dengan kuda - kuda karate karena pikiranmu ke karate.
Maka pilihlah permainan yang kamu dengan sukarela memainkannya sehingga bisa kamu nikmati jalannya proses bermain tersebut.
Penutup
Jadi itu adalah beberapa hal terkait permainan yang aku ambil dari buku Menjadi Manusia Menjadi Hamba sekaligus aku kaitkan dengan pengalaman pribadiku. Tentu saja tidak akan 100% bisa diaplikasikan pada kondisimu, tapi karena ini sudah terbukti bermanfaat untukku dan ada orang - orang yang telah menggunakan metode bermain untuk meluapkan emosi juga, kenapa tidak dicoba saja?
Dari pemaparanku di atas, sudahkah kamu mengenali permainan apa ya yang kira - kira cocok untuk meluapkan emosimu? Coba sebutkan di kolom komentar nama permainannya!



0 Comments