Kali ini aku akan mengupas tuntas FOMO (Fear of Missing Out).

Dari apa itu FOMO, penyebab, fomo dulu vs sekarang dan cara mengatasi perasaan FOMO tersebut. Untuk kamu yang penasaran, baca sampai selesai!

kupas tuntas fomo
Cerita awal

Beberapa waktu sebelum menulis konten ini, aku membaca sebuah buku berjudul Fear of Missing Out yang ternyata buku itu sangat lengkap membahas fenomena FOMO dari sejarahnya sampai apa yang terjadi di era modern ini.

Dari FOMO sejak era pra sejarah sampai FOMO di media sosial, semua dibahas di situ. Nah, karena informasinya sangat menarik untuk dibagikan, sebagian dari yang aku tulis di bawah ini aku buat berdasarkan buku tersebut, sebagian lagi aku sesuaikan agar lebih mudah dipahami.

Jadi tenang saja, penjelasanku akan mudah dimengerti. Baiklah, sudah penasaran tentang FOMO? Berikut ulasannya :

Apa itu FOMO?

FOMO adalah singkatan dari Fear of Missing Out. Menurut buku Fear of Missing Out, definisi FOMO adalah :

"rasa cemas yang tidak diinginkan yang timbul karena persepsi terhadap pengalaman orang lain yang lebih memuaskan daripada diri sendiri, biasanya lewat terpaan media sosial."

Jadi ini adalah kondisi cemas ketika kamu melihat sesuatu berjalan lebih cepat, lebih baik, lebih seru, pokoknya lebih positif dari apa yang kamu lakukan. Seperti bagaimana kamu merasa cemas ketika ada orang lain berproses lebih cepat dari usiamu, bagaimana kamu melihat kehidupan orang lain itu lebih menarik, seru, sukses dibandingkan kamu.

Dan efeknya, kamu ingin seperti mereka secepatnya.

Contoh paling mudah ditemukan saat ini ada di media sosial. Ketika melihat sebuah trend dan kamu merasacemas karena telat atau bahkan baru tahu tentang trend tersebut, disitu kita mulai mengidap fomo.

Apa penyebab fomo?

FOMO ternyata tidak hanya berasal dari dalam diri manusia, tapi lebih disebabkan oleh banyak faktor di luar diri manusia. Beberapa penyebab FOMO aku jelaskan di bawah ini :

1. Sifat alamiah manusia

Sejak era manusia purba, ternyata manusia sudah terbiasa hidup berkelompok. Salah satu penyebabnya adalah untuk menjaga diri dan bertahan hidup. Manusia menyadari bahwa dengan berkelompok, mereka bisa selamat.

Apa yang terjadi jika ada yang dikeluarkan dari kelompok, sedangkan ia terbiasa hidup bersama kelompok, bukankah itu menjadi ancaman bagi yang dikeluarkan tersebut?

Dalam hal ini, wajar jika manusia zaman itu FOMO, bahkan jika tidak FOMO dan mengikuti kelompok, bisa - bisa nyawa akan terancam karena tidak terbiasa hidup sendirian.

Di era sekarang, ternyata hal sama masih terjadi. Banyak dari kita ingin menjadi bagian dari kelompok, fans boy band, fans penyanyi, organisasi, komunitas maupun pertemanan yang mana di situ selalu update informasi terbaru mengenai hal - hal yang petning dan trend bagi kelompok tersebut.

Dan jika kita tidak mengikuti apa yang ada di dalam kelompok tersebut, kita mungkin merasa terlambat dan seakan - akan tidak cukup baik sebagai fans maupun sebagai anggota.

Konsekuensi terburuk adalah jika kita dikeluarkan atau diasingkan dari kelompok karena tidak bisa mengikuti perkembangan yang ada. Kenyamanan hidup dalam kelompok tersebut akan terancam karena kita jadi berpotensi untuk "tidak berkelompok" nantinya setelah dikeluarkan.

2. Informasi yang Berlebihan

Coba perhatikan! Ketika menggunakan media sosial, apa yang terlintas pertama di kepalamu? Komunikasi dengan orang lain? atau trend yang sedang menjalar kemana - mana?

Ketika menggunakan media sosial, kamu akan disuguhkan dengan apa yang disebut dengan trend. Entah berupa video di beranda, FYP, atau hashtag yang sedang trend. Di twitter, facebook, di instagram, apalagi tiktok, trend selalu ada. Jadi ketika kita bermedsos, sesungguhnya kita sedang menikmati trend yang ada.

Kalaupun ada komunikasi, komunikasi yang terjalin mungkin tidak jauh dari membahas apa yang sedang trend. Mungkin tidak semua, tapi kamu pernah kan melakukan share story atau feed instagram yang sedang trend ke temanmu di IG?

Hal ini menyebabkan kita FOMO karena kita mendapatkan informasi berlebihan yang sebenarnya.

3. Sibuk membandingkan diri

Salah satu hal yang membuat kita FOMO adalah kita punya terlalu banyak waktu untuk membandingkan diri.

Apa yang kita temukan di media sosial, di tetangga, di omongan orang di cafe - cafe, sebenarnya adalah informasi yang kalau kita tidak bijaksana mengolahnya akan menjadikan kita FOMO.

Dari melihat pencapaian orang di media sosial, tetangga yang mancing - mancing kita untuk melakukan lebih seperti dirinya, sampai saudara yang membandingkan anaknya dengan anak orang lain. Fenomena tersebut sangat sering kita temui di kehidupan sehari - hari. Hal ini jugalah yang menjadi alasan kenapa kita bisa FOMO.

Padahal ada banyak waktu untuk memikirkan tujuan kita sendiri dari pada sibuk membandingkan posisi kita dan posisi orang lain.

Tanda – tanda Kamu Terserang Fear of Missing Out

Dalam buku Fear of Missing Out dijelaskan bahwa meskipun faktor yang memicu FOMO bervariasi, tapi emosi yang ditimbulkannya selalu sama.

"Ketika kita melihat suatu peristiwa, lalu merasa harus melakukannya juga. Setelah itu kita merasakan emosi yang campur aduk, seperti mendamba, menyesal, iri, stress, bahkan merasa gagal."

Jadi coba rasakan! Apakah kamu merasa ingin ikut melakukan apapun yang sedang dilakukan orang yang terlihat "waah"? Dan kamu merasa gelisah jika tidak melakukannya juga?

Jika iya, lanjutkan membaca tulisan ini, karena di bawah aku akan membagikan solusi bagaimana mengatasi perasaan tersebut agar kamu tidak sampai FOMO. Setidaknya ini akan mengurangi perasaan tersebut agar kamu bisa lebih mengontrol dirimu ketika melihat trend di masyarakat.

Cara mengatasi FOMO (Fear of Missing Out)

1. Buka Pikiran : Jangan jatuh hati pada apapun yang membuat kita merasa FOMO atau berasumsi tentang hasil yang akan didapatkan. Sadarilah bahwa kita tidak harus mengetahui semua hal. Buka pikiran, pahami apa yang harus dan tidak harus diketahui lalu buat keputusan.

2. Ketahui hal – hal esensial : Buat kriteria untuk menentukan apakah peluang yang muncul sejalan dengan tujuan kita atau tidak. Caranya adalah dengan mempertanyakan :

  • Kenapa kamu harus melakukan itu?
  • Bisakah kamu melakukan itu? Berapa biayanya? 
  • Apa keuntungan yang bisa kamu dapatkan?

3. Andalkan fakta, bukan emosi : Kumpulkan data yang cukup sebelum membuat keputusan. Pertanyakan ulang :

  • Apakah hal itu harus dilakukan, harus didapatkan atau hanya terbawa emosi saja?
  • Apakah itu masuk dalam daftar kebutuhan dan keinginanmu atau cuma karena ikut – ikutan saja?

4. Kumpulkan data dari beberapa sumber : jangan membuat keputusan dengan mata tertutup. Manfaatkan pengetahuan orang yang kita kenal maupun di luar kenala langsung kita. Mintalah informasi dan nasihat dari mereka sehingga bisa membuat keputusan secara bijak dan tidak aasl ikut - ikutan saja.

Nah dari informasi diatas, kira - kira seberapa FOMO kamu? Tuliskan di komentar!