Jika kamu ingin membuat keputusan yang lebih baik dalam hidup, kamu mungkin perlu membaca buku ini!
Buku Thinking, Fast and Slow mungkin akan menjadi buku panduan terbaik dalam membuat berbagai keputusan di hidupmu. Baik dalam kehidupan sehari - hari maupun keputusan besar jangka panjang yang akan kamu buat.
Buku ini memberikan jawaban bagaimana cara manusia membuat keputusan dalam hidupnya dengan dua cara berpikir yaitu berpikir cepat dan berpikir lambat. Dua cara ini berkaitan namun mempunyai fungsi dan dampak yang berbeda pada hasil keputusan yang kita buat.
Penasaran seperti apa buku Thinking Fast and Slow itu? Berikut review bukunya.
Judul : Thinking, Fast and Slow
Author : Daniel Kahneman
Genre : Pengembangan Diri
Sekilas Tentang buku Thinking, Fast and Slow
Apa jadinya kalau kita salah menempatkan sesuatu di pikiran kita?
Misalnya apa yang seharusnya kita pikirkan dengan pelan dan tenang malah kita asal - asalan berpikir atau yang seharusnya kita respon cepat malah kita terlalu lama memikirkannya.
Buku Thinking, Fast and Slow membahas tentang bagaimana dua sistem berpikir manusia berpengaruh terhadap banyak keputusan di kehidupan kita. Sistem pertama adalah berpikir cepat dan tidak memerlukan banyak usaha, sedangkan sistem kedua adalah berpikir lambat dan memerlukan usaha.
Dua cara berpikir tersebut dibutuhkan oleh manusia karena keduanya memiliki peran yang berbeda. Keduanya pun memiliki kelebihan dan kekurangannya masing - masing.
Tapi masing - masing memiliki prioritas untuk digunakan dalam kondisi yang ideal, karena ternyata jika salah ditempatkan, keputusan kita pun mungkin akan bias.
Kelebihan Buku Thinking, Fast and Slow
Buku Thinking, Fast and Slow dikemas dengan banyak cerita menarik di dalamnya dan berbagai contoh nyata bagaimana orang - orang bersikap mengambil keputusan sehari - hari, sehingga kita bisa membayangkan langsung apa yang ingin disampaikan melalui buku ini.
Selain itu, buku ini juga memberikan berbagai hasil riset dari psikolog yang berkaitan dengan berpikir cepat dan lambat.
Kamu juga akan disuguhkan berbagai tes yang bisa dicoba untuk lebih memahami bagaimana keputusan manusia di buat dalam berbagai macam kasus yang ada di kehidupan sehari - hari.
Kekurangan Buku Thinking, Fast and Slow
Untuk kamu yang kurang suka dengan buku yang berisi banyak data di dalamnya, mungkin buku ini akan sedikit berat. Karena buku ini banyak menyajikan data yang berasal dari riset di masyarakat, sehingga ada banyak cerita yang dibuat berdasarkan data nyata.
Buku Thinking, Fast and Slow Menurutku
Buku ini adalah jawaban dari berbagai masalah kebingungan kita tentang bagaimana orang - orang sekitar kita bersikap egois dan bias terhadap pemikirannya sendiri.
Selama ini aku bingung melihat kenapa orang bersikap egois, kenapa orang menganggap dirinya selalu benar, kenapa orang menganggap prinsip yang tidak sesuai dengan dirinya adalah kesalahan.
Sampai kemudian buku ini membuka pintu cakrawala baru, bahwa sebenarnya mereka hanya tidak menyadari kalau itulah yang mereka lakukan. Maka aku jadi bisa lebih memaklumi dan jadi tidak perlu banyak memikirkan pendapat mereka terhadapku dan orang lain lagi.
Jadi pada dasarnya buku ini seperti terapi bagiku.
Siapa yang Cocok Membaca Buku Thinking, Fast and Slow?
Buku ini aku rekomendasikan untuk kamu yang selama ini terlalu sibuk memikirkan pendapat orang lain. Kamu akan menemukan bahwa semua pendapat orang adalah hal yang alami sehingga akhirnya bisa kita maklumi.
Aku juga merekomendasikan buku ini untuk kamu yang bingung kenapa keputusanmu sering meleset atau bahkan tidak tahu harus membuat keputusan seperti apa dalam hal penting baik dalam kehidupan sehari - hari, bisnis, pekerjaan maupun hal besar dalam hidupmu.
Pelajaran Dari Buku Thinking, Fast and Slow
Dari buku ini aku belajar bahwa tidak semua keputusan bisa kita putuskan dalam waktu singkat. Ada keputusan yang kita perlu ambil secara cepat, tapi ada pula keputusan yang kita bisa ambil secara perlahan dan dengan pertimbangan yang matang.
Aku juga jadi bisa memilah - milah hal apa saja yang memerlukan berpikir cepat dan mana yang perlu berpikir lambat. Apalagi untuk menghindari bias, aku jadi semakin tenang dalam memikirkan hal besar, dan semakin santai dalam memikirkan hal sehari - hari yang sudah otomatis begitu saja.
Contoh Kasus Buku Thinking, Fast and Slow Versiku
Pernahkah kamu mengamati bagaimana isi komentar toxic di media sosial? Berapa lama kira - kira seseorang berpikir untuk menuliskan komentar yang asal - asalan bahkan toxic?
Atau yang lebih mudah ditemui, coba amati bagaimana orang tua generasi 60 - 70 an dengan mudahnya menyebarkan berita hoax di grup whatsapp keluarga.
Mungkin tidak semua, tapi banyak dari kedua kasus tersebut dilakukan karena pelakunya berpikir dengan dengan sistem 1 / berpikir cepat. Dan lihatlah dampaknya! Berapa banyak yang tertipu dengan isi berita lalu menyebarkannya atau mengomentarinya di media sosial?
Padahal, dalam hal ini sebaiknya kita menggunakan pola berpikir lambat / sistem 2 agar kita memiliki data yang cukup untuk merespon apa yang kita lihat di berita ataupun media sosial tersebut. Kenapa? Agar kita bisa bersikap dengan tepat terhadap informasi yang kita dapatkan.
Apalagi di era ini, informasi begitu cepat tersebar di internet sehingga salah satu yang paling kita butuhkan saat ini adalah kemampuan menyaring informasi tersebut.
Bukan berarti berpikir cepat itu buruk, karena dalam banyak hal kita harus berpikir cepat, hanya saja banyak dari kita yang tidak sadar bahwa berpikir lambat juga penting.
Sayangnya, berpikir lambat itu berat sehingga tidak banyak yang rela melakukannya dalam kondisi yang dianggap tidak penting padahal berpengaruh jangka panjang.
Nah, setelah membaca ulasanku tentang buku Thinking, Fast and Slow, apakah kamu tertarik membelinya?
Beli versi original ya, jangan yang bajakan oke? Selamat membaca dan silahkan nge bookmark blog ini!
0 Comments